AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH (ASWAJA) IS MY LIFE

Sabtu, 20 Februari 2016

Cerita Motivasi : Seorang Anak Lelaki dan Pohon Apel

Assalamu'alaikum Wr. Wb.



Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.
Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.

 "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu.
"Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."
Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu."
Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.
"Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel.
"Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu.


"Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?"
"Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel.
Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.
"Ayo bermain-main lagi deganku," kata pohon apel.
"Aku sedih," kata anak lelaki itu, "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"
"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah."
Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.
"Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu."
"Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu.
"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel.
"Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu.
"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
Cerita Inspiratif Motivasi Bisnis MLM Online
"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki, "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu."
"Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

→Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi mungkin tanpa kita sadari begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

Cintailah orang tua kita. Berikan selalu yang terbaik, yang dapat kita berikan kepada mereka. Sampaikan kepada orang tua kita, betapa kita mencintainya, dan berterima kasih atas seluruh hidup dan cinta mereka yang telah dan akan diberikannya pada kita.


Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Rabu, 17 Februari 2016

Pondok Pesantren Fatihul Ulum

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pondok Pesantren Fatihul Ulum

Sejarah Fatihul Ulum

Pondok Pondok Pesantren Fatihul Ulum terletak di Manggisan kecamantan Tanggul kabupaten Jember , ia berdiri sekitar tahun 1940 , Adapun pendirinya adalah K.H Abdul Hannan yang masih keturunan Pondok pesantren Sidogiri , karena sudah cukup lama berdiri , pesantren ini termasuk berhasil menciptakan santri-santri berkualitas.

Daerah

Pada awalnya pesantren ini hanya mempunyai satu lokasi , Daerah(Pondok utara) A lah yang pertama kali ada di pesantren ini. Daerah B atau yang lebih dikenal dengan Pondok selatan adalah daerah kedua yang dibangun sekitar 10 tahun setelah pembangunan daerah A, tidak ada yang mengetahui sebab musabbab kenapa daerah kedua ini dibangun sebab pada saat pembangunan daerah B santri Fatihul Ulum masih sedikit. Sampai ini ditulis , dua daerah ini ada dan masih tetap mempertahankan kesalafannya-bahkan pada tahun 2014 pondok pesantren fatihul ulum ini mengadakan lomba baca kitab se-kabupaten jember

Daerah C

Sampai tahun 1989 tidak ada daerah tambahan di pesantren ini meskipun pada saat itu santri mencapai 500-600. Saat tahun 1989 putra beliau (K.H Mahfudz) membangun daerah baru yang sekarang dikenal dengan Daerah C atau juga dikenal dengan sebutan Pondok belakang , karena letaknya yang berada di belakang daerah A . Daerah ini di bangun bukan untuk menyaingi daerah A atau daerah B melainkan untuk menampung santri yang hendak menimba ilmu agama dan ilmu umum , karena masih terbatasnya tenaga , santri yang menempati daerah C yang hendak menimba ilmu umum harus bersekolah di luar area pesantren. Pada awalnya daerah C tidak begitu serius dengan ilmu umum hingga tahun 2007 dimana salah satu pengurus melihat pentingnya ilmu umum dalam mengembangkan agama, Pada saat itu santri di cap sebagai orang bodoh oleh masyarakat dan saya kira mereka memandang seperti itu bukan tanpa alasan. Tentu saja tidak ada orang didunia ini yang mau mengikuti orang yang di anggap bodoh oleh mereka. Oleh karena itu pengurus mulai serius membenahi ilmu umum di daerah C . dimulai dengan membuat Labotarium Komputer dan mendirikan Sekolah Umum di daerah itu , dan setahun kemudian yakni sekitar tahun 2008 internet sudah masuk ke daerah itu. tentu disana ada pro-kontra. dan sekarang (2014) daerah C resmi memadukan ilmu umum dan ilmu agama, semoga saja dari daerah ini kita bisa melihat jebolan santri yang tidak dipandang sebeleh mata oleh masyarakat sehingga akan lebih mudah mengembangkan agama islam yang sangat di idamkan baik bagi mereka yang berfaham santri salaf atau modern. inilah persamaan yang sering dilupakan oleh santri salaf dan modern hingga mengakibatkan perdebatan yang tidak perlu.Maju terus Fatihul Ulum .

Sumber : http://www.sakip.org/pondok-pesantren-fatihul-ulum/


Wassalamu'alaikum Wr. Wb.