FAKTA NGENES PENINGGALAN ISLAM
[Shahih Bukhari 2/33 no 1037]:
قَالَ قَالُوا وَفِي نَجْدِنَا قَالَ قَالَ
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا قَالَ قَالُوا
وَفِي نَجْدِنَا قَالَ قَالَ هُنَاكَ الزَّلَازِلُ وَالْفِتَنُ وَبِهَا
يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ
Ibnu Umar berkata:
[Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam] bersabda:
“Ya Allah berilah keberkatan kepada kami, pada Syam kami dan pada Yaman kami”.
Para sahabat berkata:
“dan juga Najd (Riyadh-Saudi) kami?”.
Beliau bersabda:
“disana muncul kegoncangan dan fitnah, dan disanalah muncul TANDUK SETAN ”.
MENGHANCURKAN BEKAS RUMAH NABI ADALAH
SESUATU YANG BID'AH TERKUTUK KARENA TIDAK PERNAH DICONTOHKAN OLEH NABI
DAN SAHABAT2 NYA, TIDAK PULA DICONTOHKAN OLEH SALAFUS SHOLEH.
KALAU MEMANG MENGHANCURKAN RUMAH NABI ITU
ADALAH BAIK, TENTU NABI Sholallohu 'alaihi wasallam telah memerintahkan
para sahabat, ''Setelah aku wafat, hancurkanlah rumahku karena dapat
membuat orang jadi syirik''...
Tapi Nabi Saw tak pernah memerintahkannyakan dan para sahabat tak menghancurkan rumah Nabi kan...?
BAHKAN PARA SAHABAT, SALAFUS SHOLEH DAN
ORANG-ORANG MULIA LAGI SHOLEH MENJAGANYA KARENA DAPAT MENGOBATI
KERINDUAN KEPADA RASULULLAH SHOLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM.
DARI GENERASI KE GENERASI RUMAH NABI DIJAGA DAN DIPELIHARA SAMPAI KEKHALIFAHAN TERAKHIR
NAMUN SETELAH MUNCULNYA FITNAH TANDUK SETAN DARI NAJD (Saudi-Wahabi) , RUMAH RASUL TERCINTA DIHANCURKAN SEHANCUR-HANCURNYA.
Dan Dirubah Menjadi
TOILET
Peninggalan Nabi Muhammad Dihancurkan, Peninggalan Muhammad bin abdul Wahhab Dilestarikan
Rumah Peninggalan Nabi Muhammad
Sholallohu 'alaihi wasallam itu lebih istimewa dan berharga dari pada
Tembok Besar China, dari pada Borobudur, Taj Mahal dan Menara Eifel
Ziarah ke tempat-tempat bersejarah seperti tempat kelahiran Nabi
Muhammad SAW, rumah yang pernah dihuni Rasulullah SAW bersama Siti
Khadijah, makam Rasulullah SAW atau tempat-tempat yang disinggahi Nabi
SAW adalah salah satu bukti nyata kecintaan seorang insan terhadap
Rasulullah SAW dan juga dapat menambah cinta serta rindu kepada beliau
dan keluarga beliau. Peninggalan sejarah Islam itu menjadi bukti dan
saksi bisu bagaimana perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam
menyebarkan agama Islam. Dari sinilah awal mula Islam tersebar ke
seluruh pelosok negeri.
Sayangnya peninggalan dan bukti sejarah Rasulullah SAW perlahan-lahan
mulai hilang tak berbekas. Jika kita umat Islam berkunjung ke Mamlakah,
Arab Saudi, lalu menanyakan dimana rumah tempat Nabi Muhammad SAW dulu
dilahirkan atau kamarnya, maka jangan harap dapat menemukannya. Rezim
Arab Saudi sudah lama menghancurkan tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW
yang kini menjadi perpustakaan umum “Maktabah Makkah al-Mukarramah”.
Sementara rumah yang didiami Rasulullah SAW bersama Sayyidah Khadijah RA
yang berada di dekat pintu Babussalam Masjidil Haram sekarang sudah
tidak ada bekasnya sama sekali.
Meski begitu, umat Islam dari segala penjuru dunia saat ini masih
senantiasa mengunjungi tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW yang telah
menjadi perpustakaan. Tujuannya satu, yakni sebagai ungkapan rasa
kerinduan kepada Rasulullah SAW.
Kini, kondisi tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW yang berukuran 10×18
meter tidak terawat dan sangat memprihatinkan. Tempat itu menjadi tempat
terkumuh di Makkah diantara gedung-gedung yang mewah. Untuk masuk ke
tempat itu pun tidak mudah karena para penjaga selalu mengingatkan agar
para pengunjung cukup melihat dari pintu saja dan tidak boleh
berlama-lama. Pada musim haji, tempat itu pun tertutup rapat dan
dilarang keras untuk dimasuki padahal banyak jama’ah haji yang ingin
sekali melihat tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW. Jangankan masuk ke
dalam, mendekati saja sudah diusir.
Tempat Kelahiran Nabi Dibongkar jadi Perpustakaan
Ada kisah menarik terkait tempat kelahiran nabi yang dinukik dari kitab
A’lamul-Hijaz oleh M. Ali Magribi, cetakan pertama 1401H/1981M yang
diterbitkan oleh Idarah Annasyr Bi-Syarikah Tuhamah, Silsilah al-Kitab
Assaudi. Dikisahkan bahwa ada seorang murid sebelum melakukan ibadah
haji, ia mengunjungi Syekh Muhammad Utsman Abduh Al-Burhani untuk
meminta do’a restu beliau. Syekh Muhammad Utsman Abduh Al-Burhani
berpesan kepadanya agar ketika ia sampai di Makkah, ia mendatangi tempat
kelahiran Nabi Muhammad SAW untuk melakukan shalat sunnah.
Ketika sang murid itu telah sampai pada tempat yang dimaksudkan oleh
Syekh Muhammad Utsman Abduh Al-Burhani, ia kaget karena tempat itu telah
menjadi stasiun bis/ terminal yang tentunya dilalui banyak orang.
Namun, karena taat pada perintah sang maha guru, ia pun melakukan shalat
sunnah di tempat itu.
Seketika, sebagian laskar Wahabi menangkapnya dan membawanya ke kantor
lembaga mereka. Sang murid pun diinterogerasi dan ditanya oleh laskar
Wahabi: “Mengapa shalat di tempat umum itu”. Sang murid ini menjawab,
“Karena di situ adalah tempat kelahiran Rasulullah SAW.” Laskar Wahabi
pun berkata, “Ini adalah perbuatan Bid’ah, Nabi tidak pernah menyuruh
untuk melakukan itu”. Sang murid itu menjawab, “Betul, akan tetapi
ketika Nabi SAW dalam perjalanan Isra’ Mi’raj, Rasulullah SAW sempat
melakukan shalat sunnah di tempat kelahiran Nabi Isa AS. Bukankah lebih
utama bagi kita sebagai ummat Islam untuk mengikuti jejak Rasulullah SAW
dan shalat di tempat kelahiran beliau sebagai sebaik-baik Rasul..?!”.
Laskar Wahabi diam dan tak bisa berkata apa-apa lagi sehingga sang murid
tersebut akhirnya dibebaskan. (Kisah ini sekaligus membuktikan betapa
dangkalnya para wahabi dalam memahami syariah islam).
Berita ini pun tersebar luas dan membuat para pecinta nabi mengikuti
jejak murid Syekh Muhammad Utsman Abduh Al-Burhani untuk mengambil
berkah. Kabar ini didengar Syaikh Abbas al-Qatthan yang menjabat sebagai
gubernur Makkah saat itu. Ia pun meminta izin kepada Raja Abdul Aziz
untuk membangun perpustakaan pada tahun 1370 H/ 1950 M. Ia sanggup
menanggung semua biaya demi mencegah para pecinta nabi mengambil berkah
di tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kerajaan Arab Saudi pun setuju
dengan syarat wakaf ini tidak boleh diperjualbelikan atau disewakan dan
tidak boleh dihadiahkan kepada siapapun atau tidak bisa ditukar/
dipinjamkan kepada siapapun.
Suatu hari Syaikh Abbas al-Qatthan mengundang teman-temannya untuk
menyaksikan perpustakaan yang masih sedang dibangun. Tiba-tiba saja ia
ditimpa serangan jantung. Ia sangat berharap agar diberikan umur yang
panjang untuk menyaksikan perpustakaan yang sedang dibangunnya, agar
berdiri kokoh menutupi jejak kelahiran baginda Rasulullah SAW. Namun,
pada keesokan harinya ia meninggal dunia dan tidak bisa menyaksikan
perpustakaan yang ia rintis. Perpustakaan itu sengaja dibangun
mengelilingi rumah Rasul SAW dengan tujuan tidak bisa diakses oleh
publik khususnya para pecinta Nabi Muhammad SAW.
Tahun 2014, umat Islam kembali dikejutkan dengan kabar tidak
menyenangkan. Rumah tempat kelahiran Rasulullah SAW yang merupakan
satu-satunya sisa peninggalan yang masih ada di Kerajaan akan dibongkar.
Kerajaan Arab Saudi yang bermadzhab Wahabi berencana membongkar tempat
kelahiran rumah Nabi Muhammad SAW itu. Perusahaan milik keluarga Saudi,
Grup Saudi Bin Laden telah mengajukan proyek penghancuran tempat lahir
Rasulullah SAW yang salah satunya demi memuluskan pembangunan jalan bagi
Imam Masjidil Haram dan istana kerajaan Saudi. Demi jalan, mereka akan
menghancurkan tempat kelahiran Nabi yang sangat berarti bagi umat Islam.
Irfan Al-Alawi, pakar sejarah dan direktur eksekutif Heritage Research
Foundation menyatakan situs bersejarah yang masih tersisa di kerajaan
adalah tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW, situs itu paling penting bagi
umat Islam. Sekarang ini tempat itu terancam dibongkar. Perpustakaan
kecil yang dulu dibangun pada 1950-an pun ikut dalam daftar
pembongkaran. Otoritas Arab Saudi mengelak bahwa tempat itu bukanlah
tempat kelahiran Nabi Muhamamd SAW dan jika tidak dibongkar
dikhawatirkan akan mendorong perbuatan syirik. Alhasil, Situs-situs
bersejarah umat muslim terancam punah dibawah komando rezim Saudi
Salafy-wahabi(tanduk setan).
Lagi-lagi rezim Saudi salafy-wahabi (tanduk setan Najd) dengan alasan
syirik dan takut disembah-sembah sehingga tempat itu harus
dihancurkan. Jika alasannya adalah khawatir kediaman Nabi disembah dan
menjadi ajang kesyirikan maka sungguh ini sangat tidak masuk akal. Benda
apapun bisa menimbulkan kesyirikan, tidak hanya rumah Nabi Muhammad
SAW. Mulai dari matahari, bintang, gunung, laut, sampai dengan hal-hal
kecil di sekitar rumah dan yang melekat dengan diri kita pun berpotensi
syirik. Sebagai contoh tengoklah Matahari yang jelas-jelas disembah,
kenapa tidak dihancurkan?. Lihatlah Kabah, jutaan muslim bersujud
menghadapnya, nggak sekalian dihancurkan tuh...biar kiamat langsung deh.
Bahkan raja saudi itupun bisa berpotensi disembah-sembah, kenapa nggak dibunuh aja raja saudi sekalian.
Hingga detik ini tidak ada bukti satupun yang menyatakan bahwa para
Ulama dan Umat Islam sejak generasi salaf hingga sekarang ada yang
menyembah rumah Nabi Muhammad SAW. Penghancuran itu justru dilakukan
setelah muncul aliran Wahhabi-salafy. Dalih syirik hanya alasan Wahabi
untuk menghilangkan jejak peninggalan Nabi Muhammad SAW, peninggalan
terpenting umat Islam. Bahkan lihatlah bagaimana umat Islam di Masjidil
Haram yang tidak pernah menyembah Ka’bah, meskipun sujud menghadap
Ka’bah (sebagai Kiblat). Mereka sujud dan berdo’a di depan Ka’bah persis
tapi tetap hakikatnya menyembah kepada Allah SWT bukan Ka’bah.
Sungguh menyedihkan saat ini tempat kelahiran Nabi terancam musnah,
direncanakan akan diganti dengan komplek modern yang bernilai miliyaran
dollar Amerika Serikat. Jalan yang memudahkan Imam dan istana kerajaan
ke Masjidil Haram direncanakan dibangun. Sebuah stasiun kereta juga akan
dibangun di tempat itu untuk mengangkut para jamaah haji atau sebuah
perpustakaan baru untuk menghormati Raja Abdul Aziz pendiri Rezim Saudi.
Sebelumnya, gedung-gedung pencakar langit, hotel-hotel dan pusat
perbelanjaan mewah sudah dan masih akan terus menghiasi Makkah dan
Madinah. Jam raksasa Abraj al-Bait sudah lama berdiri menjulang tinggi
mengalahkan Masjidil Haram dan gedung-gedung tinggi lainnya.
Pembangunan komersialisasi Makkah dan Madinah terus berlanjut dan ini
tidak lepas dari campur tangan dinasti Saud, pendiri kerajaan Arab
Saudi. Keluarga kerajaan Arab Saudi yang dikenal sebagai penganut paham
Wahabi telah berkuasa mulai abad ke-19. Paham Wahabi ini adalah paham
baru dalam Islam yang didirikan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
Dari sinilah awal mula peninggalan sejarah warisan Islam baik
peninggalan Rasulullah SAW dan keluarganya, serta para sahabat
dihancurkan dengan dalih menimbulkan kesyirikan, perluasan masjid, dan
dalih-dalih lainnya.
Sekarang mari kita lihat fakta dan realita yang dilakukan pengikut Wahabi dan pecinta Muhammad bin Abdul Wahab (pendiri
Wahabi) di Arab Saudi. Di saat mereka getol membongkar sejarah
peninggalan Islam termasuk tempat lahir Nabi Muhammad SAW maka di saat
itu pula mereka membangun peninggalan Muhammad bin Abdul Wahhab seperti
rumah Muhammad bin Abdul Wahhab, benteng Muhammad bin Abdul Wahhab, dan
lainnya dan bahkan peninggalan sejarah Muhammad bin Abdul Wahhab dijaga
dengan baik serta diperbaiki lebih bagus lagi dengan alasan menjaga
sejarah monumental syaikh mereka tersebut. Begitu pula dengan
peninggalan syaikh-syaikh Wahabi lainnya yang dibangunkan sebuah monumen
yang begitu megah yang didalamnya menyimpan pernak-pernik yang pernah
dipakai oleh syaikh mereka seperti kacamata, arloji, dan pena yang
pernah digunakannya.

Rumah Muhammad bin Abdul Wahhab dari Najd (pendiri Wahabi)

Benteng Peninggalan Muhammad bin Abdul Wahhab Berdiri Kokoh
Masjid Muhammad bin Abdul Wahhab Najed
REZIM SAUDI SALAFY-WAHABI MENJAGA PENINGGALAN MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB
An Najd DENGAN SANGAT BAIK DAN ISTIMEWA. SEMENTARA PENINGGALAN NABI
MUHAMMAD MEREKA HANCURKAN. LIHAT FOTO DIBAWAH INI :
Sebagian besar foto-foto berikut ini diperoleh dari kitab : Ummul
Mu’minin, Khadijah binti Khuwaylid, Sayyidah Fie Qalby al-Mushtafa karya
DR. Muhammad Abduh Yamani yang telah diterjemahkan oleh penerbit
Pustaka IIMaN dengan judul :Khadijah Drama Cinta Abadi sang Nabi.
Penulis adalah mantan Menteri Penerangan Kerajaan Arab Saudi.
Di bekas rumah itu, 28 tahun Nabi Dan Siti Khadijah hidup bersama. sekarang sudah dihancurkan oleh salafy-wahabi saudi
Dilihat dari dekat, tambah ngenes
Foto diatas adalah reruntuhan pintu masuk ke kamar Rasul SAW yg telah dihancurkan salafy-wahabi (Tanduk setan Najd)
Foto diatas adalah reruntuhan kamar Rasul Saw dan Sayyidah Khadijah r.a yg dihancurkan salafy-wahabi (Tanduk setan Najd)
Foto : reruntuhan mihrab Rasul Saw yg dulu digunakan Nabi Saw sholat
disitu.Tak terawat dan Kini telah dihancurkan salafy-wahabi (Tanduk
Setan Najd)
Foto: Reruntuhan kamar sayyidah Fatimah, Tempat kelahiran sayyidah Fatimah r.a ... Kini telah hancur dimusnahkan salafy-wahabi
Makam Sayyidah Khadijah ra dan Putranya Qosim tak diberi pagar dan tulisan.
Mbok yao...dikasih pagar gitu biar nggak diinjak-injak binatang atau orang yg nggak tau kalau itu makam orang penting.
Pelit amat
SEKARANG BEKAS RUMAH NABI TELAH HILANG SAMA SEKALI DAN TELAH DIRUBAH MENJADI TOILET
Apa yang dilakukan oleh Salafy-Wahabi Saudi tidak lepas dari ulama
Wahabi itu sendiri. Fatwa-fatwa ulama Wahabi ikut berperan untuk
menghancurkan dan memusnahkan peninggalan sejarah Nabi Muhammad bin
Abdullah SAW beserta keluarga dan para sahabatnya tetapi di sisi lain
justru mengagungkan dan membangun peninggalan Muhammad bin Abdul Wahhab.
Ironis sekali, peninggalan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (Muhammad
BAW) yang sama sekali tidak bernilai malah dilestarikan sementara
peninggalan Nabi Muhammad SAW yang sangat bernilai bagi umat islam malah
dimusnahkan.
Mari kita lihat dan teliti kembali fatwa-fatwa hina dan nista ulama
Salafy-Wahabi yang berkaitan dengan pribadi dan haq Nabi Muhammad SAW:
- Fatwa: Wajib dibakar dan dihacurleburkan kamar Nabi Muhammad SAW
begitu juga dengan kubah makam Nabi (lihat Mughni Al-Murid oleh Syaikh
Muhammad bin Abdul Wahhab, hal. 1601).
- Fatwa: Nabi Muhammad SAW adalah sesat sebelum menjadi Nabi (lihat Fatawa oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani, hal. 432).
- Fatwa: Nabi Muhammad SAW bukanlah makhluk yang termulia (lihat
At-Tawassul ‘Anwa’uhu wa Ahkamuhu oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani,
hal. 149).
- Fatwa: Mengharamkan safar (perjalanan) untuk ziarah ke makam Nabi
Muhammad SAW (lihat Fatawa Al-Albani fil Madinah wal Imarat oleh Syaikh
Amr Abdul Mun’im Salim, hal. 12).
- Fatwa: Wajib menghancurkan kubah makam Nabi Muhammad SAW (lihat Riyadlul Jannah oleh Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i).
- Fatwa: Wajib membongkar dan memindahkan makam Nabi Muhammad SAW keluar
masjid karena membiarkan makam di dalam Masjid Nabawi adalah perbuatan
bid’ah (lihat Manasik al-Hajji wal ‘Umrah oleh Syaikh Nashiruddin
Al-Albani, hal. 57).
- Fatwa: Berdo’a menghadap makam Nabi Muhammad SAW adalah bid’ah dan
syirik (lihat Fatwa Ibnu Utsamain min Durus wa Fatawa al-Harami
al-Madani).
Dan masih banyak lagi fatwa ulama-ulama Wahabi yang melecehkan Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya.
Dan berikut adalah beberapa bukti peninggalan sejarah Islam yang telah dihancurkan oleh Wahabi:
- Rumah kelahiran Nabi Muhammad SAW dihancurkan dan dijadikan perpustakaan
- Rumah Nabi Muhammad Saw dan Sayyidah Khadijah di Mekah yang diubah jadi toilet
- Rumah Nabi Muhammad Saw dan Sayyidah Khadijah di Mekah yang diubah jadi toilet
- Rumah Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq yang diubah jadi Hotel Hilton
- Rumah Nabi Muhammad SAW di MadinahDarul Arqam, tempat pertama di mana Nabi Muhammad SAW mengajarkan Islam
- Rumah Imam Ja’far ash-Shadiq di Madinah
- Rumah Sayyidina Ali bin Abi Thalib dimana Sayyidina Hasan dan Husein lahir
- Komplek Manhalla Bani Hasyim di Madinah
- Pemakaman Jannat al-Baqi di Madinah
- Pemakaman Jannat al-Mu’alla di Makkah
- Makam Sayyidah Aminah binti Wahhab, ibunda Rasulullah SAW, yang diratakan dan dibakar pada 1998
- Makam Sayyid Abdullah, ayahanda Rasulullah SAW di Madinah
- Masjid di makam Sayyid al-Syuhada Hamza bin Abdul Muthalib
- Masjid Fatimah az-Zahra Masjid al-ManaratainMasjid dan makam Sayyid Imam al-Uraidhi bin Ja’far ash-Shadiq
- Empat masjid di lokasi pertempuran Parit di Madinah
- Masjid Abu Rasyid Masjid Salman al-Farsi dan masih banyak lagi
Sampai kapan ini akan berlanjut? Kejahatan-kejahatan Wahabi dibalik
label “pemurnian tauhid”, ‘pemberantas syirik dan bid’ah” atau label
“Kembali kepada Quran dan Sunnah” akan terus berlanjut hingga tibanya
sang penegak keadilan di akhir zaman kelak yaitu al-Imam Muhammad bin
Abdullah yang tersohor dengan sebutan Imam Mahdi dan beliaulah kelak
yang akan memerangi mereka dan menumpas mereka yang berlindung dibawah
naungan Dajjal.
Renungkan beberapa hadits Nabi Shallahu ‘alihi wa sallam berikut ini:
Uqbah bin Umair ra, suatu ketika menuturkan bahwa Rasulullah Shallahu
alaihi wassalam, pergi ke kuburan Uhud. Rasulullah menshalati mereka,
sesudah delapan tahun mereka dikuburkan seperti seorang yang mengucapkan
kalimat perpisahan kepada orang-orang yang meninggal.
Usai menshalati para pejuang Uhud itu, Rasulullah shallallahu alaihi
wasallam memberikan nasehat, “Aku adalah pendahulu kalian dan saksi atas
kalian. Tempat bertemu kalian adalah telaga, dan aku benar-benar
melihatnya (telaga) dari tempatku berdiri ini. Aku tidak khawatir kalian
akan syirik, akan tetapi aku khawatir kalian akan bersaing
memperebutkan dunia”,
Kemudian, Uqbah bin Umair menyatakan : “Itu adalah saat terakhir aku
melihat dan memandang Rasulullah Shallahu alaihi wassalam”. (Hadits
Riwayat Imam Bukhari 3736)
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Aku lebih dahulu wafat
daripada kalian, dan aku menjadi saksi atas kalian, dan aku demi Allah,
sungguh aku melihat telagaku sekarang, dan aku diberi kunci-kunci
perbendaharaan bumi atau kunci-kunci bumi, demi Allah, saya tidak
mengkhawatirkan kalian akan berbuat syirik sepeninggalku, namun yang aku
khawatirkan atas kalian adalah kalian berlomba-lomba mendapatkannya.”
(Hadits Riwayat Imam Bukhari 6102).
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Aku lebih dahulu wafat
daripada kalian, dan aku menjadi saksi atas kalian, dan aku demi Allah,
sungguh telah melihat telagaku sekarang, dan aku diberi kunci-kunci
perbendaharaan bumi atau kunci-kunci bumi. Demi Allah, saya tidak
mengkhawatirkan kalian akan berbuat syirik sepeninggalku, namun yang
justru aku khawatirkan atas kalian adalah kalian bersaing terhadap
kekayaan-kekayaan bumi.” (Hadits Riwayat Imam Bukhari 5946).
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Aku mendahului kalian
ke telaga. Lebar telaga itu sejauh antara Ailah ke Juhfah. Aku tidak
khawatir bahwa kalian akan kembali musyrik sepeninggalku. Tetapi yang
aku takutkan ialah kamu terpengaruh oleh dunia. Kalian berlomba-lomba
untuk mendapatkannya kemudian berbunuh-bunuhan, dan akhirnya kalian
musnah seperti kemusnahan umat sebelum kalian”. (Hadits Riwayat
Imam Muslim 4249).
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Sungguh demi Allah,
bukanlah kefakiran yang aku khawatirkan dari kalian. Akan tetapi yang
aku khawatirkan atas kalian adalah bila kalian telah dibukakan (harta)
dunia sebagaimana telah dibukakan kepada orang-orang sebelum kalian lalu
kalian berlomba-loba untuk memperebutkannya sebagaimana mereka
berlomba-lomba memperebutkannya sehingga harta dunia itu membinasakan
kalian sebagaimana telah membinasakan mereka.” (Hadits Riwayat
Imam Bukhari 2924).
Dan kini nyatalah hadits Rasulullah SAW di atas. Makkah dan Madinah yang
menjadi pusat peradaban umat Islam sudah berubah menjadi “Las
Vegas”-nya umat Islam. Proyek-proyek pembangunan yang bernilai
triliyunan dollar mengalir deras di kedua kota suci umat Islam itu
menggeser gaya tradisional Hijaz. Tempat yang suci nan sakral itu pun
menjadi surga para pecinta dunia. Segala kemewahan dunia bisa didapat
dengan mudah. Dan ini akan terus berlangsung sampai munculnya Dajjal.
يخرج قوم من قبل المشرق يقرءون القرآن لا يجاوز تراقيهم كلما قطع قرن نشأ قرن حتى يخرج فى بقيتهم الدجال
***
***
“Akan keluar dari arah timur sekelompok orang yang membaca
Al-Quran namun tidak sampai ke kerongkongan mereka (tidak pandai
memahami kandungan Al-Quran dan semua nasehat al-Quran tidak masuk ke
dalam hati mereka), tiap kali putus qornnya (tanduknya/ kurunnya/
masanya) maka muncullah qorn yang lainnya (mereka akan selalu ada di
setiap kurun/ qorn) hingga generasi mereka selanjutnya akan bersama DAJJAL “.
(Hadits Riwayat Imam Ahmad dalam musnadnya).
Yang dimaksud arah timur adalah arah timur dari kota madinah yaitu Najd
(Riyadh-Saudi) bukan Irak karena irak berada di utara madinah
Lihat peta :
Jadi
menurut Nabi sholallohu 'alaihi wasallam sekelompok orang dari arah
timur Madinah yaitu Najd kelak akan menjadi pengikut Dajjal.
Menghancurkan rumah Nabi Sholallohu 'alaihi wasallam dan peninggalan
islam kuno dengan alasan agar terhindar dari Syirik adalah alasan yang
konyol dan mengada-ada. Tujuan mereka sebenarnya adalah menghapus jejak
keberadaan islam sehingga generasi ratusan tahun yang akan datang akan
menjadi ragu ''Benarkah islam itu benar-benar ada, benarkah nabi
Muhammad itu benar-benar nyata atau hanya dongeng ... Kok nggak ada
bukti peninggalan nya ya...''
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.









0 komentar:
Posting Komentar